Tuesday, August 20, 2013

Hello there! I just graduated and I am honestly really bored. Might do this regularly, or I might not. Who knows. Can I just say that I really hate that when I wear my best clothes, I never took a proper picture of myself in my whole outfit. So all the pictures in my Lookbook suck. Just look at this one, you can see my friend's hand hanging on my shoulder! Hahaha.

Thursday, January 31, 2013

ba! li

"Jam berapa sih?" Gue tanya ke Junior dan Marco.

"Masih jam 10.20(pm) kok, masih lama tenang aja." Jawab Junior dengan tenang setelah kami selesai nonton Ada Apa Dengan Cinta. Namun, gue gak yakin sama apa yang Junior bilang dan gue cek hape gue.

11.20 pm.

"AAAAAAAAAAAAAAAA SETENGAH DUA BELAS WOI" Gue teriak dengan horror.

Semua orang panik dan langsung beranjak dari tempat duduk, gue lari-lari sendiri.

Ya, tepat sebulan yang lalu, tepat pada sekitar jam gue lagi nulis post ini, gue, Junior, Marco dan Luthfi sedang kelabakan karena kita kelupaan mau jalan dari rumah Junior untuk tahun baruan.

Tadinya kita berencana untuk pergi kemana gitu buat tahun baruan, tapi karena kita malah nonton AADC, jadi lupa sama waktu dan akhirnya kita cuma ke pantai Double Six yang amat sangat rame dan macet, bahkan manusia macet.

Intinya gue taun baruan sama manusia-manusia ga normal ini ke Bali.

Cut to the chase aja ya?

Selama di Bali, gue cuma sehari ketemu sama matahari. Sebelum berangkat tuh gue sedih banget karena tangan gue belang abis shooting di Monas buat project sekolah. Gue berpikir gue bakal makin item lagi nanti karena besoknya berangkat ke Bali. Taunya engga. Selama 5 hari gue disana, bener-bener ngeliat matahari cuma sekali karena besok-besoknya hujan terus. Sehingga kita cuma menggaul di daerah Double Six doang karena kita ga jodoh sama motor dan Junior lost his faith in humanity (read: traffic).

Setiap hari pasti ada at least 3 jam waktu ngegabut. Mau di siang hari, malam hari, maupun subuh. Pasti ada waktu gabut. Kita malah nonton film-film, padahal lagi di Bali. Emang ga tau terima kasih banget sih, hahaha. Bangunpun seenak jidat - jam 2 siang. Itu karena kita tidur juga selalu jam 4 pagi.

Highlight nya sih, ga highlight juga sih, pas Junior pergi bertemu teman-temannya dan gue malah dirumah bersama Marco dan Luthfi, nonton DVD HAHA. Tapi, DVDnya rusak, emang sialan. Padahal baru beli. Akhirnya gue mengajak mereka untuk jalan ke pantai. Di jam 12.00 malam. Gue ga peduli, gue terlalu dendam sama cuaca disana waktu itu, gue pengen ke pantai.

Pokoknya lo semua harus coba ke pantai malem-malem, dimana cuma ada lo, desiran pasir, angin kencang yang menghembus (atau menyembur) di muka lo, dan suara gulungan ombak. Dan beberapa orang lainnya, biasanya cowo dan cewe, pacaran.

Kita di pantai mungkin sampe hampir jam 3 pagi. Ketagihan banget. Kalo bukan karena Marco kedinginan dan udah lemah, mungkin kita ga bakal ingat waktu dan bakal ketiduran di pantai dan dicurigai habis mengkonsumsi obat (ngantuk). Kita jalan-jalan, nyantai-nyantai ngeliatin ombak, curhat, ngakak-ngakakan parah, dan juga ketakutan hidup kita terancam berakhir pada hari itu di kota orang lain.

Ah, sekarang gue jadi kangen sama Bali. Definisi dari kunjungan kami saat itu cuma satu; gabut. Tapi gak tau kenapa seru banget dan patut di kenang.

Untuk mengakhiri post ini, here's a picture of us in Double Six beach, 2 am, somplak setengah mampus + masuk angin, dan yang ngajak foto mereka, bukan gue.

...Gajadi deh sumpah somplak banget muka semuanya. Here's a video that Junior made.

Friday, December 28, 2012

101112

Happy christmas everybody!

Gue tau ini udah rada telat. Kita semua udah melewati hari kiamat (loh?), merayakan hari natal, dan tahun baru 2013 pun sudah dekat. Tapi sekarang gue ingin menceritakan kembali tentang hari gue yang sangat spesial - hari yang tidak akan gue lupakan seumur hidup - sesuatu yang bisa gue ceritakan kembali ke anak-anak gue nanti. Tanggalnya pun bagus; 10.11.12. Bukan, ini bukan hari dimana gue ketemu jodoh (baca: vokalisnya D*ied Cassava), dan bukan, pada hari itu gue gak menghidupkan The Beatles kembali, tapi... Gue terjebak macet selama (hampir) 6 jam.

Kalau kalian belum tau, gue ini sekarang manager nya Deepest Condolences. Ya, as my friend described it, Deepest Condolences adalah "band metal yang managernya anak indie pop-rock." Moving on. Hari itu kita manggung di 46 Cup. Tempatnya sih rada jauh dari peradaban manusia, yaitu di Cipulir. Siang hari, gue memasukkan kebaya dan kain ke dalem tas, karena sore nya ada ulang tahun teman baik gue, Canna, yang ulang tahun nya bertemakan tradisional, sebelum dijemput oleh Luthfi, Marco dan Opik. Tapi, keluar rumah aja udah macet parah, kita mencoba semua rute yang memungkinkan. Namun, kita tetep bakal telat. Sesampainya di Veteran, Junior, sang drummer, udah nyampe duluan di GOR Seskoal.

"Cepetan! Tinggalin mobilnya, naik ojek kesini! Dua band lagi nih kita maju."

Gue shock. Serius lo semua naik ojek kesana?! GILA. Gue kerepotan sendiri. Until I realised, mereka mah udah biasa naik motor. Mohon maaf ya teman-teman. Gue ga pernah diperbolehkan naik motor, jadinya gitu deh. Jadi, 10.11.12 adalah perdana Bunga Atikha naik ojek. Mobil Luthfi ditinggalkan di Veteran dan kita berangkat ke GOR Seskoal naik empat ojek.


Intinya, the performance went well. Bisa dibilang band kita doang yang rame dengan penonton. Hehe. Acara Canna jam 5 sore, dan jam 4an gue udah berangkat dari sana dengan mobil Junior karena mobil Luthfi ditinggalin di Veteran. Gue mau ke rumah Prinka dulu untuk ganti kebaya. Janjiannya sih jam 4.30 berangkat dari rumah dia, tapi dia pengen nyalon dulu sehingga dia nelfon gue berangkat jam 5 aja, dan gue juga bilang "Yaudah, ini jalanan juga rada macet." Rada. Macet ya. Rada.

Di jalanan sebelum Veteran, udah berenti tuh semua mobil. Namun gue kira itu cuma macet biasa. Gak nyadar langit semakin gelap. Udah jam 6 aja. Teman-teman gue udh mulai ngepost foto-foto nya di Path dan Instagram. Gue cemas. Di mobil gue udah melakukan segala hal mulai dari gonta-ganti posisi duduk, guling-guling, jungkir balik, sampe mengadaptasikan senter menjadi lightsaber. Saking macetnya, selama perjalanan itu kita udah turun-naik mobil mungkin 4x. Beli minuman dulu lah, foto dulu di tengah kemacetan, beli gorengan, dan lainnya. Dan mobil kita tidak beranjak terlalu jauh dari posisi awal. Paling cuma 1cm.


Gue udah di telfonin/bbmin sama banyak orang. Awalnya mereka juga terjebak macet, tapi perlahan-lahan mereka sampai juga di rumah Canna. Sedangkan gue lagi kayang di dalem mobil karena masih juga di Veteran jam 8 malem. Gue stress karena udah telat ke acara ulang tahun ke 17 nya sahabat gue, dan Marco juga stress karena dia mau ke nikahan temennya yang nan-jauh disana. A.K.A. Sudirman. Dan supirnya udah nungguin di Veteran dari jam 5. Tapi gak lama setelah itu kita sampe di tempat Luthfi parkir mobilnya, kemudian gue, Luthfi dan Marco turun dari mobil Junior. Pas lagi ngambil gitar dll, Marco ngejatohin gitar (temen)nya yang ga pake case itu. Gue udah hampir nari saman aja di pinggir jalan.

Lalu, saat udah deket sama mobil, gue melihat 2 cewe lagi jalan, pake kebaya. Cukup gak jelas kan, gue mau ngediemin mereka, cuman mereka kayak ngeliatin kita dengan aneh (padahal mereka yang jalan di pinggir jalan pake kebaya) dan berbisik-bisik. Tapi gue bodo amat. Setelah beberapa langkah, "Marco.....???" Yak. Ternyata mereka temennya Marco yang juga lagi dalam perjalanan ke nikahan temennya itu. Kurang random apa coba tuh hari. Marco menggalau antara mau ikut mereka atau engga. Salah satu kendalanya adalah: dia gak bawa baju buat ke nikahannya. Yang bener aja yekan, ke nikahan orang pake kaos Pink Floyd. Akhirnya dia gak jadi ikut mereka dan ikut sama gue dan Luthfi, yang harus mengantar gue kerumah Canna.

Setelah perjalanan yang sangatlah panjang dan banyak rintangan, sampailah gue dirumah Canna kurang-lebih jam 9.20 malam. Rumah nya udah sepi. Makanan udah di beres-beresin. Ternyata acara sudah selesai dan tinggal tersisa beberapa orang di rumah Canna yang pada ngumpul di kamarnya. Gue sujud pas nyampe di kamar Canna. Semua orang shock. Ternyata cuma gue yang segitu telatnya ke acaranya. Mata guepun mengeluarkan satu dua tetes air mata. Diantara seneng akhirnya nyampe, terharu atas perjuangan gue, dan kesel karena gue terjebak macet selama (hampir) 6 jam. Berakhirlah hari yang sangat unik yang gue alami bersama DC.

And in that moment, I swear we were infinite.

Tapi boong.

ENAM JAM MEN.

Sunday, November 11, 2012

keresahan hati

Kalau kita berusaha meyakinkan, nanti di bilang idealis. Tapi, apa hasilnya kalau kita tidak berusaha memperjuangkan apa yang kita inginkan?

Tapi, kalau semua ini memang hanya sekedar idealisme, kelabilan di masa remaja, apakah kita akan menyesal di hari esok?

Di antara mendengar suara hati atau mendengar kata-kata orang yang sudah merasakan geradakan yang kita sebut 'hidup'

Mana yang lebih benar?





...Namun, apakah benar suara hati, atau hanya sebuah perasaan dan pikiran sementara yang hanya menipu benak?

Sunday, March 25, 2012

obscure

You'd probably see a "sorry for abandoning this blog" sort of thing in each and every one of my posts. Well now, I'm not gonna say it. Moving on, though.

So, us 11th graders were asked to make a movie for UAN. It covers the scores for IT and art, if I'm not mistaken. But there's a catch, the theme is "Heroes of today." So there I was, with Hanie, Hugo and Evan in the same team, picked by destiny. Well not really, my teacher picked our names randomly. After brainstorming ideas for a few days, we finally came up with the script for only one day, and two days of shooting. I really wanted my movie to be well and properly thought but it was impossible with the chasing deadline. We had so many assignments and projects, we just didn't have time to think about the movie.
(stills)

I am pretty happy with the outcome of our movie, though. All our sweat and hard work - paid. There came a time where I was pretty pessimistic at the second day of shooting, because the place was really crowded and it didn't look the way I expected. But we managed to find some places suitable for our needs and we successfully made it in time.

P.S, the title is not "who's your hero?", it's Obscure. And yeah, too lazy to actually think up of the main idea of the movie.